Tampilkan postingan dengan label Acehku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Acehku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2013


 Warisan dunia merupakan julukan yang tepat untuk menggambarkan keindahan pantai iboih yang terletak di Pulau Weh. Pulau kecil yang beribukotakan Sabang ini terkenal sebagai pulau yang terletak di ujung barat wilayah kepulauan Indonesia. Dengan penduduk yang relatif sedikit membuat Pulau Weh ini masih terjaga keasriaannya.

Pantai iboih sendiri terletak sekitar 15 km dari pusat kota sabang atau sekitar 30 menit. Banyak hal yang di tawarkan pantai iboih bagi para wisatawan. Keindahan laut yang terpancar dari birunya laut di pantai tersebut. Pasir putih dan terumbu karang yang indah melengkapi keistimewaan pantai ini. Pantai iboih sendiri sekarang menajadi pusat bagi para wisatawan yang ini melakukan Snorkeling dan Diving.

Mata anda akan dimanjakan dengan warna-warna yang menarik yang tersedia di pantai ini. Biru yang menadi warna dominasi karena lautnya,putih warna pasirnya yang melengkapi keindahan pantai serta hijau yang terpancar dari pepohonan yang terdapat di pulau-pulau kecil sekitaran pantai. Kesejukan dan ketentraman pun seketika menghampiri ketika anda memijakkan kaki di pantai ini.

Mengenai penginapan anda tidak perlu kawatir karena resort disediakan di sekitaran pantai yang akan memanjakan anda,terutama bagi anda para pasangan muda yang ingin menikmati bulan madu. Resort-resort tersebut menghadap kea rah barat sehingga anda dengan mudah dari teras resort dapat menikmati sunset.ini merupakan warisan dunia yang di titipkan Tuhan untuk kita jaga kelestariannya. Visit Sabang!.
Posted by Unknown On 08.12 1 comment READ FULL POST

Rabu, 29 Mei 2013


Tsunami yang terjadi 26 Desember 2004 silam menjadi suatu bencana yang dahsyat yang menimpa Indonesia dan Aceh khususnya. Bencana tersebut telah meluluhlantakkan Aceh. Termasuk pantai-pantai yang ada di aceh,salah satunya adalah Pantai Lampuuk. Namun keindahan pantai ini masih tetap terjaga,bahkan saat ini menjadi salah satu tempat pariwisata di Banda Aceh.

Pantai ini terletak sekitar 20 Km dari pusat kota banda aceh atau sekitar 20 Menit dari Masjid Raya Baiturrahman. Pantai lampuuk sendiri berdekatan dengan pantai lhoknga dan juga berdekatan dengan pabrik Semen Andalas.
Pantai Lmpuuk sendiri memiliki pasir putih yang indah,Gubuk-gubuk yang didirikan untuk para pengunjung agar dapat menikmati pantai dengan nyaman,warung-warung yang menyediakan olahan seafood terutama ikan bakar yang dapat anda nikmati bersama keluarga atau teman-teman anda. Hal ini menjadi daya tarik para wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai untuk liburan dan juga refreshing akhir pekan.
Bukan Hanya itu permainan-permainan air pun tersedia di sana seperti Banana boat,Speed boat,Jet Ski,perahu karet dll.Pantai Lampuuk juga dapat dinikmati bagi anda para peselancar. Ombak yang Cukup besar juga menambah daya tarik pengunjung.

Semua fasilitas telah tersedia disana. Jadi bagi anda yang ingin berkunjung ke pantai lampuuk tak perlu repot-repot untuk membawa makanan dari rumah Karen di sana sudah tersedia.Begitu juga dengan peralatan mandi,baik dari perlengkapan renang atau bahkan perlatan mandi seperti sabun dan sampo juga tersedia diasana. Bagi anda yang yang tidak menyukai hal-hal rumit,ini merupakan tempat yang bagus bagi anda untuk memuaskan diri anda menikmati keindahan alam yang telah di ciptakan oleh Yang Maha Kuasa.”Pemulia Jame Adat Geutanyo”(memuliakan tamu adalah adat kami,orang aceh).
Posted by Unknown On 05.11 No comments READ FULL POST

Minggu, 14 April 2013



Pada zaman kekuasaan zaman Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam, Aceh merupakan negeri yang amat kaya dan makmur. Menurut seorang penjelajah asal Perancis yang tiba pada masa kejayaan Aceh di zaman tersebut, kekuasaan Aceh mencapai pesisir barat Minangkabau. Kekuasaan Aceh pula meliputi hingga Perak. Kesultanan Aceh telah menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan di dunia Barat pada abad ke-16, termasuk Inggris, Ottoman, dan Belanda.
Kesultanan Aceh terlibat perebutan kekuasaan yang berkepanjangan sejak awal abad ke-16, pertama dengan Portugal, lalu sejak abad ke-18 dengan Britania Raya (Inggris) dan Belanda. Pada akhir abad ke-18, Aceh terpaksa menyerahkan wilayahnya di Kedah dan Pulau Pinang di Semenanjung Melayu kepada Britania Raya.
Pada tahun 1824, Persetujuan Britania-Belanda ditandatangani, di mana Britania menyerahkan wilayahnya di Sumatra kepada Belanda. Pihak Britania mengklaim bahwa Aceh adalah koloni mereka, meskipun hal ini tidak benar. Pada tahun 1871, Britania membiarkan Belanda untuk menjajah Aceh, kemungkinan untuk mencegah Perancis dari mendapatkan kekuasaan di kawasan tersebut.
Kesultanan Aceh
Kesultanan Aceh merupakan kelanjutan dari Kesultanan Samudera Pasai yang hancur pada abad ke-14. Kesultanan Aceh terletak di utara pulau Sumatera dengan ibu kota Kutaraja (Banda Aceh). Dalam sejarahnya yang panjang itu (1496 – 1903), Aceh telah mengukir masa lampaunya dengan begitu megah dan menakjubkan, terutama karena kemampuannya dalam mengembangkan pola dan sistem pendidikan militer, komitmennya dalam menentang imperialisme bangsa Eropa, sistem pemerintahan yang teratur dan sistematik, mewujudkan pusat-pusat pengkajian ilmu pengetahuan, hingga kemampuannya dalam menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain. Sultan Aceh merupakan penguasa/raja dari Kesultanan Aceh, tidak hanya sultan, di Aceh juga terdapat sultanah (sultan perempuan).
Gelar-Gelar yang Digunakan dalam Kerajaan Aceh
* Tengku
* Tuanku
* Pocut
* Teuku
* Laksamana
* Uleebalang
* Cut
* Panglima Sagoe
* Meurah
Segala Hal Tentang Kerajaan Aceh
* Dalam
* Istana Darut Donya
* Cap Sikureung (cap sembilan)
* Meuligoe
* Gajah Putih
* Pasukan Gajah
Perang Aceh
Perang Aceh dimulai sejak Belanda menyatakan perang terhadap Aceh pada 26 Maret 1873 setelah melakukan beberapa ancaman diplomatik, namun tidak berhasil merebut wilayah yang besar. Perang kembali berkobar pada tahun 1883, namun lagi-lagi gagal, dan pada 1892 dan 1893, pihak Belanda menganggap bahwa mereka telah gagal merebut Aceh.
Dr. Snouck Hurgronje, seorang ahli Islam dari Universitas Leiden yang telah berhasil mendapatkan kepercayaan dari banyak pemimpin Aceh, kemudian memberikan saran kepada Belanda agar serangan mereka diarahkan kepada para ulama, bukan kepada sultan. Saran ini ternyata berhasil. Pada tahun 1898, J.B. van Heutsz dinyatakan sebagai gubernur Aceh, dan bersama letnannya, Hendricus Colijn, merebut sebagian besar Aceh.
Sultan M. Dawud akhirnya meyerahkan diri kepada Belanda pada tahun 1903 setelah dua istrinya, anak serta ibundanya terlebih dahulu ditangkap oleh Belanda. Kesultanan Aceh akhirnya jatuh seluruhnya pada tahun 1904. Saat itu, hampir seluruh Aceh telah direbut Belanda.
Bangkitnya nasionalisme
Sementara pada masa kekuasaan Belanda, bangsa Aceh mulai mengadakan kerjasama dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia dan terlibat dalam berbagai gerakan nasionalis dan politik. Aceh kian hari kian terlibat dalam gerakan nasionalis Indonesia. Saat Volksraad (parlemen) dibentuk, Teuku Nyak Arif terpilih sebagai wakil pertama dari Aceh. (Nyak Arif lalu dilantik sebagai gubernur Aceh oleh gubernur Sumatra pertama, Moehammad Hasan).
Saat Jepang mulai mengobarkan perang untuk mengusir kolonialis Eropa dari Asia, tokoh-tokoh pejuang Aceh mengirim utusan ke pemimpin perang Jepang untuk membantu usaha mengusir Belanda dari Aceh. Negosiasi dimulai di tahun 1940. Setelah beberapa rencana pendaratan dibatalkan, akhirnya pada 9 Februari 1942 kekuatan militer Jepang mendarat di wilayah Ujong Batee, Aceh Besar. Kedatangan mereka disambut oleh tokoh-tokoh pejuang Aceh dan masyarakat umum. Masuknya Jepang ke Aceh membuat Belanda terusir secara permanen dari tanah Aceh.
Awalnya Jepang bersikap baik dan hormat kepada masyarakat dan tokoh-tokoh Aceh, dan menghormati kepercayaan dan adat istiadat Aceh yang bernafaskan Islam. Rakyat pun tidak segan untuk membantu dan ikut serta dalam program-program pembangunan Jepang. Namun ketika keadaan sudah membaik, pelecehan terhadap masyarakat Aceh khususnya kaum perempuan mulai dilakukan oleh personil tentara Jepang. Rakyat Aceh yang beragama Islam pun mulai diperintahkan untuk membungkuk ke arah matahari terbit di waktu pagi, sebuah perilaku yang sangat bertentangan dengan akidah Islam. Karena itu pecahlah perlawanan rakyat Aceh terhadap Jepang di seluruh daerah Aceh. contoh yang paling terkenal adalah perlawanan yang dipimpin oleh Teungku Abdul Jalil, seorang ulama dari daerah Bayu, dekat Lhokseumawe.
Masa Republik Indonesia
Sejak tahun 1976, organisasi pembebasan bernama Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah berusaha untuk memisahkan Aceh dari Indonesia melalui upaya militer. Pada 15 Agustus 2005, GAM dan pemerintah Indonesia akhirnya menandatangani persetujuan damai sehingga mengakhiri konflik antara kedua pihak yang telah berlangsung selama hampir 30 tahun.
Pada 26 Desember 2004, sebuah gempa bumi besar menyebabkan tsunami yang melanda sebagian besar pesisir barat Aceh, termasuk Banda Aceh, dan menyebabkan kematian ratusan ribu jiwa.
Pasca Gempa dan Tsunami 2004, yaitu pada 2005, Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka sepakat mengakhiri konflik di Aceh. Perjanjian ini ditandatangani di Finlandia, dengan peran besar daripada mantan petinggi Finlandia, Marti Ahtisaari.
Posted by Unknown On 19.46 No comments READ FULL POST





NO
NAMA EVENT
LOKASI
WAKTU
SINOPSIS KEGIATAN
1
Maulid Akbar
Provinsi Aceh
Januari-April 2013
Peringatan Maulid Akbar 2013 merupakan puncak peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dilakukan secara besar-besaran oleh Pemerintah Aceh dan seluruh masyarakat Aceh yang berpusat di Masjid Raya Baiturrahman, masjid kebanggaan masyarakat Aceh.
2
Pacuan Kuda Tradisional
Aceh Tengah
Februari dan September 2013
Pacuan kuda tradisional yang dikendarai oleh joki anak-anak dan menunggang kuda tanpa sadel serta perlengkapan lainnya. Akan terasa sangat kental dengan berbagai budaya pesta rakyat karena memeberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dan menjadikannya obyek wisata yang atraktif
3
Pacuan Kuda Tradisional
Bener Meriah
Februari dan Juni 2013
Pacuan Kuda tradisonal yang disertai dengan pasar rakyat dan berlokasi di Bener Meriah.
4
Festival Danau Laut Tawar
Aceh Tengah
Februari 2013
Merupakan multievent yang bertujuan mengundang wisatawan untuk berkunjung ke Aceh Tengah. Rangkaian kegiatan terdiri dari Pacuan Kude, Swim Cross Danau Laut tawar, Festival Budaya Gayo dan berbhagai kegiatan atraktif lainnya.
5
Laut Tawar Bike Championship
Aceh Tengah
April 2013
Kegiatan ini merupakan acara lomba sepeda yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya di Kabupaten Aceh Tengah. Rute yang ditemput adalah mengelilingi Objek Wisata Laut Tawar yang indah dan masih segar udaranya.
6
Putro Phang Art and Music Weekend Show
Banda Aceh
Mei 2013
Putroe Phang Art and Music Show adalah parade seni dan pertunjukan musik yang diselenggarakan secara teratur di salah satu situs sejarah Aceh yaitu Taman Putroe Phang.  Acara ini memepertunjukkan berbagai macam atraksi seni termasuk musik dan tari seperti Dalail Khairat, Debus dan Tambur.
7
Festival Culiner Aceh
Provinsi Aceh
Juni 2013
Festival ini merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk memperkenalkan kuliner Aceh pada wisatawan pencinta kuliner. Festival ini juga mendorong kreativitas masyarakat terhadap produk-produk kuliner di Aceh.
8
Tour The Bycicle
Banda Aceh-Calang
Juni 2013
Kegiatan lomba sepeda dengan target peserta lokal dan mancanegara yang mengambil rute pantai barat Aceh (Banda Aceh – Calang) yang sangat fantastis. Kegiatan ini merupakan ajang promosi keindahan wisata alam Aceh khususnya pantai.
9
Pekan Kebudayaan Lhokseumawe
Lhokseumawe
28 Juni- 2 Juli 2013
Kegiatan ini menampilkan keunikan khasanah budaya dan keanekaragaman atraksi kesenian daerah Lhokseumawe. Didalamnya ditampilkan pula berbagai hasil kerajinan dan kuliner khas.
10
Lomba Panen Padi “Reusam Munoling”
Aceh Tengah
Juni-Juli 2013
Resam Munoling (Bahasa Gayo) dapat diartikan sebagai Panen padi tradisional Gayo. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan nilai tradisi budaya Gayo. Rangkaian kegiatannya antara lain ;
-       Munuling (memotong padi),
-       Mujerang (memasak masakan khas untuk dikonsumsi anggota tim),
-       Nos Seladang (membangun gubuk sementara gudang padi),
-       Mubenuh (memindahkan panen padi ke seladang),
-       Natur (menata padi yang sudah dipanen ke seladang),
-       Nejik (merontokkan padi),
-       Munejes (memisahkan butiran padi dengan jerami) dan ,
-       Munangin (pemisahan butiran padi yang berkualitas bagus dan jelek dengan tenaga angin)
11
Festival Budaya Melayu
Aceh Tamiang
Juni 2013
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelestarian kesenian dan budaya Melayu yang menampilkan keunikan khasanah budaya dan atraksi kesenian Melayu
12
Ramadhan Fair
Provinsi Aceh
Juli 2013
Merupakan salah satu upaya menghidupkan Bulan Suci Ramadhan dalam bentuk pameran budaya, wisata,kuliner dan atraksi kesenian yang islami yang diikuti oleh peserta dari 23 kab/kota.
13
Festival Seni Budaya Gayo
Aceh Tengah
Agustus 2013
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelestarian kesenian dan budaya Gayo yang menampilkan keunikan khasanah budaya dan keanekaragaman atraksi kesenian suku Gayo
14
Pertemuan Tauhid Taswuf International
Aceh Selatan
31 Agustus-2 September 2013
Merupakan kegiatan tahunan yang berisi seminar, workshop dan pertemuan ulama-ulama tauhid dan tasawuf sedunia. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan para ulama sekaligus melahirkan rekomendasi mengenai isu-isu keIslaman

15
Pemilihan Duta Wisata Aceh 2013
Provinsi Aceh
September 2013
Pelaksanaan Pemilihan Duta Wisata Aceh dilakukan di Banda Aceh dengan melibatkan peserta dari seluruh kab/kot. Pemilihan Duta Wisata tersebut diharapkan dapat memilih kader wisata unggulan yang selanjutnya akan menjadi Duta Wisata Aceh untuk mewakili daerah pada tingkat nasional.
16
Festival Seudati
Bireun
September 2012
Merupakan perlombaan Tari Seudati yang merupakan tarian khas Aceh. Diikuti oleh perwakilan tari dari seluruh kab/kota di Aceh dan disemarakkan dengan pameran wisata, budaya dan kerajinan khas.
17
International Diving Festival
Sabang
September 2013
Kegiatan ini merupakan Festival Diving tingkat Internasional yang diselenggarakan di Sabang. Disemarakkan dengan pameran pariwisata dan budaya serta atraksi kesenian Aceh.
18
International Surfing Festival
Simelue
September 2013
Kegiatan ini merupakan lomba Surfing yang diikuti oleh peserta lokal dan mancanegara. Diselenggarakan di Pulau Simelue yang memiliki ombak yang sangat menantang Disemarakkan dengan pameran pariwisata dan budaya serta atraksi kesenian Aceh
19
Pekan Kebudayaan Aceh
Provinsi Aceh
20-29 September 2013
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya dan kesenian Aceh yang menampilkan keunikan khasanah budaya dan keanekaragaman atraksi kesenian daerah dari 23 kab/kota di Aceh. Dilokasi pameran yang sangat luas anjungan tiap-tiap kabupaten kota berbentuk rumah adat masing-masing daerah.

20
Simelue Dragon Boat International
Simelue
12-17 Oktober 2013
Simelue terdiri dari banyak pulau dan sejak zaman kuno , kano dan dayung telah menjadi bentuk penting komunikasi. Hari ini mengayuh telah tampil dalam bentuk yang berbeda dan berubah menjadi sebuah olah raga yang populer dan menjadi daya tarik wisata.
21
International Rafting Festival
Aceh Tenggara
Oktober 2013
Kegiatan ini merupakan lomba Rafting tingkat Internasional. Jeram yang ditempuh peserta adalah jeram kelas III-IV dengan pemandangan asri Taman nasional Gunung Leuser dikiri dan kanan track.  Kegiatan ini juga disemarakkan dengan pameran pariwisata, budaya dan atraksi kesenian Aceh.
22
International Geulayang Tunang
Banda Aceh
Oktober 2013
Kegiatan ini merupakan lomba Layang-layang tradisonal yang diikuti oleh peserta lokal dan mancanegara. Bebagai corak layangan khas masing-masing  negara akan tampil dan menghias langit Aceh. Acara ini disemarakkan dengan pameran pariwisata dan budaya serta atraksi kesenian Aceh
23
Seumuleng
Aceh Jaya
Oktober 2013
Merupakan atraksi budaya ritual masyarakat Aceh Jaya, dimana sesajian makanan (Seumeuleung) khas daerah ini dipersembahkan kepada turunan raja-raja, khususnya pada setiap Hari Raya Idul Adha.
24
Wisata Qurban
Provinsi Aceh
Oktober 2013
Perayaan Idul Qurban atau Hari Raya Idul Adha di Aceh sangat khas dan meriah. Pengunjung dapat menyaksikan kesibukan sejak H-1, dimana tradisimeugang dilakukan. Kemeriahan takbir yang disertai pawai dilakukan masyarakat sampai dengan tiga hari setelah Idul Adha (hari Tasyrik). Prosesi penyembelihan hewan kurban juga menjadi atraksi tersendiri, dimana masyarakat bahu-membahu membersihkan dan memebagi-bagikan daging kurban kepada yang berhak dan ditutup dengankhenduri atau makan bersama.
25
Aceh Coffee and Food Festival
Banda Aceh
Oktober 2013
Merupakan kegiatan tahunan yang menggelar berbagai kuliner khas aceh dan kopi Aceh yang terkenal. Pengunjung dapat melihat dan menikmati berbagai kuliner khas yang ada di Aceh dan hanya disuguhkan pada waktu-waktu tertentu.
26
Pacuan Kuda Tradisional
Gayo Luwes
November 2013
Pacuan Kuda Tradisosnal yang dilaksanakan oleh masyarakat Gayo Luwes dan dimeriahkan oleh bazar tradisional.
27
Swim Crossing Danau Laut tawar
Aceh Tengah
November 2013
Kegiatan ini merupakan acara tahunan menyambut hari air sedunia dan telah tercatat dalam agenda resmi United Nation. Kegiatan ini berupa melintasi Danau Laut Tawar  dari arah selatan ke utara sepanjang 4 km yang diikuti oleh peserta lokal dan mancanegara.
28
Pemilihan Duta Wisata Nasional 2013
Provinsi Aceh
November 2013
Tahun 2013 Aceh mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan ajang pemilihan Duta Wisata Indonesia yang diikuti oleh para Duta Wisata Daerah dari 33 provinsi di Indonesia. Melalui kegiatan ini akan dipilih Duta Wisata Indonesia 2013.
29
Renungan 8 Tahun  Tsunami
Aceh Besar
26 Desember 2013
Pemerintah Aceh dalam rangka mengenang kembali tragedi yang menimpa Aceh terus melakukan Peringatan Bencana Tsunami setiap tanggal 26 Desember, khususnya dilokasi terjadinya tsunami melalui kegiatan religius seperti, tahli, dzikir, shalawat badar dan tausiah serta pembacaan doa bersama.

Posted by Unknown On 19.39 No comments READ FULL POST
  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube